13/12/08

Rela Pada Ketentuan Allah Oleh: Imam Asy-Syafi’i

Biarkanlah hari-hari berbuat semaunya Berlapang dada-lah jika takdir menimpa
Jangan berkeluh-kesah atas musibah di malam hari
Tiada musibah yang kekal di muka bumi
Jadilah laki-laki tegar dalam menghadapi tragedi
Berlakulah pema’af selalu menepati janji
Jika banyak aibmu di mata manusia Sedang engkau berharap menutupinya Bersembunyilah engkau di balik derma. Dengan derma aibmu tertutup semua
Jangan pernah terlihat lemah di depan musuhmu Sungguh malapetaka jika musuh menertawaimu
Jangan berharap dari orang kikir kemurahan Di neraka tiada air bagi orang yang kehausan Rizkimu tidak berkurang karena kerja wajar perlahan Berlelah-lelah tidak menambah rizki seseorang
Tiada kesedihan yang kekal tidak pula kebahagiaan
Tiada kesulitan yang abadi tidak pula kemudahan
Jika engkau berhati puas dan mudah menerima Sungguh, antara engkau dan raja dunia tiada beda
Barangsiapa kematian datang menjemputnya Langit dan bumi tak kan mampu melindunginya
Bumi Allah begitu lapang luas membentang Namun seakan sempit kala ajal menjelang
Biarkanlah hari-hari ingkar janji setiap saat Kematian tak mungkin dicegah dengan obat

06/12/08

malaikatku(ibu)


Bila ku ingat masa kecilku

Kuselalu menyusahkanmu

Bila ku ingat masa kanakku

Kuselalu mengecewakanmu

Bila ku ingat masa kecilku

Kuselalu menyusahkanmu

Bila ku ingat masa kecilku

Kuselalu mengecewakanmu

Banyak sekali pengorbananmu yang kau berikan padaku

Tanpa letih dan tanpa pamrih kau berikan semua Itu

Engkaulah yang kukasihi

Engkaulah yang ku rindu

Kuharap selalu doamu

Dari dirimu ya Ibu

Tanpa doamu

Takkan kuraih

Tanpa doamu

Takkan kucapai

Segala cita dan yang kuinginkan dari

Dirimu ya Ibu.

IKHWAN SEJATI

iSeorang remaja pria bertanya pada ibunya, ”Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati!”

Sang Ibu tersenyum dan menjawab…
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan.

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.
Setelah itu, sang remaja pria kembali bertanya. Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?
Sang Ibu memberinya buku dan berkata…
Pelajari tentang dia. Ia pun mengambil buku itu, MUHAMMAD, judul buku yang tertulis di buku itu.

03/12/08

Semua sudah di atur

La tahzan.. Setelah apa yang pernah saya publikasikan.. Terketuk hati ini tuk memberi sedikit pengintropeksian trhdpt dri kita yang senantian berubh keimananya

Rabu,3 des..Setelah meyempatkan waktu tuk belajar.. Pikiran pun letih sehabis di asah. Sy pun mulai menghidupkan televisi dan mencari program yang di anggap menarik.. Nyari ksana kesini yg ada hanya sinetron. .Huh..Membosankan.,
setelah sekian lama mengonta ganti chanel,akhrny mata ini tertuju pada 1 acra yang membuat hati ini bergetar. Hingga air mata pun ingin sekali keluar..

Ya Allah,,
seraya menyebut nama-Nya . Sy coba tuk beristigfar setulus hati kepada sang penguasa alam..Sambil sy coba tuk posisikan diri agar lebih jelas menyaksikan..

sebuah kegigihan
sebuah keikhlasan
sebuah ketulusan dari seorang anak cacat untk tetap semangat dlam hdup dan mencari ilmu. ktika harta dunia tak mampu membelenggu kehidupan keluargany,dia tidak mrasa malu untuk berkeliling mencri nafkah bersama ayahny.
Dia hanya anak seorang penjual rokok keliling.! .Yg penghasilanya mungkin tak menentu..

Ketidak mampuanya untUK menulis dan berjalan bukan halangan untuk ia tdk belajar..Hasrat mencri ilmu pun ia tanamkan dalam dri. Ktika panas terik ia berjualan dngan ayahny.. Sambil di dorong di gerobak kayu, ia tetap membAcA dan membAcA. Kadang ia pun letiH dan tertidur untuk beberapa saat.Berhenti sejenak untk beristrahat, usapan dEMi usapan di pipi sang anak merupakan kasih sayang yg begtu dalam dr sang ayah . Sungguh begitu besar cinta yg hadir dalam kesederhanaan.

Ya Allah, engkau maha pengatur segalanya.

Disini saya hanya ingin berpesan , bnyk bnyklah berSYukur. .MasiH bnyk d sktr qt yg hdup jauh d bwh qt .Allah itu mempunyai suatU rencANA yg luar biasa. .Seperti yg sy ksahkan di atas. .Mskpn anak kecil terSEbuT cAcAT dan mskin,namun ia masih memiliki orang tUA yg dngan ikhlas menyayanginya,membimbingnya, MencAri nafkah hngga tetesan keringan membAsahi pakaianya.. Hidup itu harus berbagy. Sekiranya kita berada di atas. Jangan lupa keringanan tangan untuk yang di bawah. .

Ingaat!!
Semua orang pasti ga mw miskin.. Namun Allah punya rencANA di bALIK semua ini. CobA kalian pikir, gmNA kalau semUa orang jadi kaya.. Pasti mana ada yang mw jadi buruh bANGUNAN, mana ad yg mw jadi tUkang ojeg.Krna orang di dunia ini mempunyai statUS kaya yg di sandangny.Sehinga ga da yg mw di suruh2 krna semua mrasa punya uang!
SepatUT nya lah kita saling mengHARgai dngan yang lain.. Yang lebih, ingatlah itU semua titipan. .Yang kurang, tetaplah husnuzoN karena Allah ga akan memberi cobAan di luar btas kemampuan kita .

Kita niatkan dalam hati. UntUK berSYUKUR kpadanya, saling berbAgy, jangan merendahkan thdp apa yg ada di bwah kita

sebAgaimana pesan NaBi, ,janganlah liat apa yang ada di atas kita,tp lihatlah apa yang ada di bwah kita